Belajar Marketing Campaign: 5 Cara Sukses Tembus Pasar yang Lebih Luas

Kinanthi Haksari
1 bulan lalu
89
Belajar Marketing Campaign: 5 Cara Sukses Tembus Pasar yang Lebih Luas

Perjuangan bagi seorang pengusaha atau owner bisnis tak langsung selesai setelah sebuah brand diluncurkan. Akan ada PR lainnya yang menanti, mulai dari marketing campaign, branding produk, pengenalan value produk, hingga beragam hal teknis lainnya. Jika Anda masih terlalu awam untuk program pemasaran produk, maka simak beberapa penjelasan detailnya berikut ini.

Pengertian Pemasaran Campaign

Kampanye Pemasaran atau Marketing Product Campaign merupakan sebuah istilah yang disematkan untuk sebuah teknik pemasaran yang melibatkan pegiat marketing untuk mempromosikan produk yang baru diluncurkan. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada calon target market pada kualitas dan keberadaan produk yang ditawarkan.

Tipe Marketing Product Campaign

Dalam prosesnya, pengenalan pemasaran produk ini bisa dilakukan secara offline maupun online. Untuk pemasaran offline, Anda bisa melibatkan banner, iklan jalan, atau baliho untuk memberikan sinyal terkait brand awareness yang ingin ditampilkan. Pengenalan produk dengan pemasaran satu ini termasuk dalam tipe Print Campaign, yang mengarahkan transaksi pembelian karena jalur cetak.

Sedangkan untuk pemasaran online, Anda bisa memanfaatkan beragam media sosial untuk membangun branding produk agar lebih melekat kepada masyarakat. Anda bisa melakukan analisis pasar sebelum melakukan eksekusi teknik pemasaran yang terbaik. Tipe pemasaran ini masuk dalam tipe Online Campaign karena lebih fokus pada pemasaran digital.

Ada baiknya, sebagai bisnis owner juga mencanangkan plan B sebagai siasat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Anda bisa menggunakan langkah darurat yang telah dibuat bila terdapat masalah yang terjadi di luar ekspektasi.

Tujuan Melakukan Marketing Product Campaign

Secara umum, tujuan dilakukannya kampanye pemasaran tentu untuk bisa memenuhi target penjualan yang diinginkan. Selain itu, pemasaran yang dilakukan secara simultan akan bisa berpengaruh pada teknik AIDA marketing di kalangan para bisnis owner. Apa itu AIDA Marketing?

1. A Pertama Untuk Awareness

Tahap awareness adalah mencari perhatian pembeli pada produk Anda. Tahapan ini membuat orang-orang menyadari keberadaan produk Anda. Contoh mudahnya adalah seorang penjual bakso keliling yang memberikan ‘peringatan’ atas kehadirannya dengan membunyikan mangkok baksonya.

Hal ini bertujuan agar pembeli yakin bahwa si penjual ada di lokasi dan siap dibeli dagangannya.

2. I untuk Interest

Setelah perkenalan dan awareness tercipta, kemudian level selanjutnya adalah interest atau tertarik. Jika pembeli sudah banyak bertanya tentang produk, artinya peluang Anda untuk mendapatkan kenaikan penjualan juga akan semakin besar. Ketertarikan pasar akan menjadi salah satu tolok ukur standar pemasaran paling efektif untuk dilanjutkan.

3. D untuk Desire

Pada tahapan desire, pembeli sudah mulai yakin dengan produk Anda, tetapi masih ragu untuk melakukan pembelian. Dalam upaya marketing campaign pada tahap ini, strategi yang dijalankan yakni dengan memberikan copywriting yang menggugah di media sosial, kemudian komunikasi bisnis yang menggiurkan saat melakukan pemasaran offline kepada orang lain.

4. A ke dua untuk Action

Sebuah kampanye marketing dikatakan berhasil ketika para calon konsumen melakukan transaksi pembelian. Setelah proses berhasil, pemilik bisnis tak serta merta menyelesaikan tugasnya. Anda tetap harus menjaga kualitas produk atau jasa yang ditawarkan.

Hal ini dikarenakan, peluang sang pembeli untuk melakukan repeat order cukup besar. Sehingga, merawat pembeli yang ada jauh lebih baik dibandingkan mencari pembeli baru.

Jenis-Jenis Kampanye Pemasaran Produk

Dalam mengkampanyekan sebuah produk, terdapat beberapa jenis pemasaran yang bisa digunakan. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Lead Campaign

Lead campaign adalah cara pemasaran yang bertujuan untuk menarik perhatian pengunjung agar beramai-ramai melakukan transaksi pembelian atas produk atau jasa yang diiklankan. Lead campaign merupakan manifestasi dari analisis calon konsumen serta peluang penjualannya di media sosial.

Kampanye jenis ini menjadi salah satu cara untuk melihat perbandingan antara teknik pemasaran, response pembelian, serta laba yang didapat dari transaksi yang terjadi. Lead campaign akan melakukan konversi penjualan pada market tertarget, sehingga produk atau jasa yang ditawarkan semakin banyak dikenal publik.

2. Sales Campaign

Dari lead campaign yang masuk tersebut, pembeli akan diarahkan untuk melakukan transaksi kepada penjual. Jika konsumen sudah berhasil melakukan pembelian, artinya sales campaign terhadap produk bisa berjalan baik. Semakin tinggi angka penjualan, maka hal ini akan semakin menguntungkan pelaku bisnis.

3. Loyalty Campaign

Ketika brand produk sudah bisa mencapai tahap loyalty atau dapatkan loyalitas dari konsumen, artinya produk Anda sudah benar-benar dipercaya, bahkan berpeluang untuk dapatkan pasar yang lebih besar.

Hal ini bisa menjadi kabar baik sekaligus kabar buruk. Kabar baiknya, brand Anda semakin dikenal. Kabar buruknya, Anda harus terus menciptakan inovasi untuk tetap mempertahankan konsumen.

Jika ditilik dalam bisnis, hal tersebut bukanlah kategori kabar buruk yang menjatuhkan. Justru, hal ini bisa jadi batu loncatan untuk perkembangan usaha yang lebih pesat dari sebelumnya. Semakin tinggi sebuah pohon akan semakin besar anginnya, maka peluang kesempatan masalah juga akan semakin besar. Hal ini harus Anda waspadai sebagai bisnis owner yang sedang berkembang.

Cara Menjalankan Marketing Campaign yang Tepat

Segala macam teori bisa saja memenuhi beranda dan catatan Anda jika berkaitan dengan pemasaran. Hal ini baik jika Anda langsung melakukan eksekusi dan strategi yang telah dijelaskan sebelumnya. Bagaimana cara menjalankan pemasaran produk dengan kampanye yang menguntungkan? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Mencanangkan Target Pelaksanaan Campaign Marketing

Sebelum dieksekusi, maka canangkan target pelaksanaan yang akan dilakukan. Durasinya berapa lama? Bagaimana teknis pelaksanaannya? Siapa saja yang terlibat? Apa tujuan akhir melakukan kampanye pemasaran tersebut? Jawaban dari pertanyaan di atas akan jadi patokan dalam menentukan semua aspek yang mencakup target pelaksanaannya.

2. Mengatur Pendanaan Kegiatan Campaign

Setelah merencanakan tentang pelaksanaan, maka langkah selanjutnya yakni mengukur anggaran yang harus dikeluarkan. Mulai dari perkara teknis, hingga non teknis. Anggaran ini akan jadi sarana untuk pemenuhan kebutuhan seperti pemasangan iklan di TV, penggunaan Google Ads atau Youtube Ads, dan lainnya.

3. Gunakan Marketing Media Sosial

Berkembangnya zaman digital membuat pemasaran media sosial terasa lebih praktis digunakan. Dari sana, Anda bisa memaksimalkan komunikasi dengan pelanggan yang diarahkan ke Whatsapp. Langkah ini akan lebih cepat membuat mereka segera melakukan transaksi pembelian.

4. Periksa Masalah Konsumen

Kehadiran produk Anda adalah sebuah solusi atas permasalahan konsumen. Apa yang paling dibutuhkan? Mengapa mereka masih ragu untuk melakukan transaksi? Berikan pilihan-pilihan untuk konsumen agar mereka bisa mengurai masalah itu sebagai jalan keluar Anda memberikan solusi.

5. Inovasi dan Evaluasi

Dengan mengetahui semua masalah yang dihadapi pelanggan, Anda bisa segera melakukan evaluasi produk atau layanan, kemudian menawarkan inovasi baru. Dengan demikian, produk atau jasa Anda akan hadir sebagai jawaban untuk kegelisahan mereka.

Memberdayakan semua aset untuk melakukan marketing campaign atas produk Anda tentu menjadi hal yang harus dilakukan. Tak hanya untuk menstabilkan permintaan pasar, melainkan juga meningkatkan branding produk Anda lebih luas. Ketika jangkauan produk semakin besar, maka keuntungan Anda sebagai penjual juga akan berbanding lurus.