blog-banner-floating-alt
blog-banner-popup-mobile-alt

Mengenal Jenis-Jenis UMKM di Indonesia

K
Kinanthi Haksari
5 menit baca
Bisnis

Artikel Terbaru

tips-meningkatkan-customer-experience-pengiriman

Dari Final Piala Dunia, Eksekusi Akhir Itu Penting: Cara Meningkatkan Customer E...

tips-mengoptimalkan-proses-picking-packing

Tren "Live Shopping" 24 Jam: Saat Gudang Menjerit, Ini Cara Mengoptimalkan Prose...

tips-scaling-operasional-pengiriman

Fenomena Jastip Konser dan Paket Menumpuk: Begini Cara Scaling Operasional Pengi...

tips-mengurangi-biaya-kirim-untuk-umkm

Bukan Cuma Fenomena Kelas Menengah Turun Kelas, Ada Masalah tentang Cara Mengura...

Jenis-jenis umkm

UMKM atau familiar disebut Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan salah satu unit usaha yang terdapat di Indonesia. UMKM muncul seiring dengan majunya tingkat perekonomian Indonesia. Dengan munculnya UMKM, tingkat pengangguran dapat berkurang, pun kenaikan ekonomi mikro di Indonesia meningkat. Sehingga pendapatan masyarakat dapat bertumbuh dengan baik.

Menurut Jiriko Network, UMKM memiliki beberapa jenis, antara lain:

Usaha Mikro

blog-banner-inline-mobile-alt

Ini merupakan jenis UMKM yang pertama, dimana perkiraan kekayaan bersih maksimal dinominal Rp 50.000.000,-. Adapun ciri-ciri lain dari usaha mikro ini adalah belum tersistematisnya pencatatan administrasi, jenis barang yang dijual selalu berubah-ubah dan umumnya sulit mendapatkan bantuan perbankan. Bentuk usahanya pun masih terbilang kecil dengan menggunakan aset-aset seadanya yang dimiliki.

Contoh-contoh dari usaha mikro ini antara lain toko kelontong, warung nasi, tambal ban.

Usaha Kecil

Jenis selanjutnya merupakan usaha kecil dengan perkiraan pendapatan bersih berkisar dibawah Rp 300.000.000,- per tahun. Usaha ini bisa dilakukan perorangan maupun dalam bentuk badan usaha. Namun sedikit lebih baik dengan ciri-ciri teknis yang dimiliki oleh usaha mikro, usaha kecil ini walaupun sudah memiliki sistem administrasi yang tercatat namun belum memiliki sistem pembukuan yang teratur dan modal usaha yang terbatas.

Contoh dari usaha kecil ini antara lain laundry, toko fashion skala grosir, koperasi, dan lain lain.

Usaha Menengah

Jenis usaha ini memiliki laba bersih mencapai Rp 500.000.000,- perbulan. Tentunya usaha dengan jenis seperti ini lebih stabil dibandingkan dengan jenis-jenis usaha sebelumnya, dimana umumnya karyawan yang bekerja di sektor usaha ini sudah mendapatakan jaminan kesehatan dan kerja.

Contoh usaha menengah adalah usaha sawit atau perkebunan, ekspor import.

Apapun itu jenis usahamu, jangan lupa pertimbangkan modal awal usahamu dan siapa saja yang akan kamu libatkan dalam bisnismu ini ya, tentunya kamu tidak ingin ketika usahamu sudah berjalan namun terkendala dalam perjalanannya karena ketidakcocokan dengan partner bisnismu. Jangan lupa juga untuk mendaftarkan usahamu supaya kamu sendiri bisa menjalankan bisnismu dengan tenang dan tentunya terlindungi.

Jadi usahamu masuk jenis yang mana ya?

BAGIKAN ARTIKEL INI:

|

Artikel Terkait

tips-meningkatkan-customer-experience-pengiriman

Dari Final Piala Dunia, Eksekusi Akhir Itu Penting: Cara Meningkatkan Customer Experience Pengiriman

Pamungkas20 Jul 2026Ecommerce
tips-mengoptimalkan-proses-picking-packing

Tren "Live Shopping" 24 Jam: Saat Gudang Menjerit, Ini Cara Mengoptimalkan Proses Picking & Packing

Pamungkas19 Jul 2026Ecommerce
tips-scaling-operasional-pengiriman

Fenomena Jastip Konser dan Paket Menumpuk: Begini Cara Scaling Operasional Pengiriman yang Benar

Pamungkas18 Jul 2026Ecommerce

Satu Solusi untuk Semua #PastiAman

Pengiriman paket jadi mudah!

Jadikan pengalaman pengiriman paket lebih sat-set dengan dukungan banyak ekspedisi serta layanan yang handal KiriminAja.

Tersedia juga di: