Perbedaan Cross Selling, Up Selling dan Penggunaannya Terkait Strategi Bisnis

Updated September 28, 2022 • Created 9 bulan yang lalu
Perbedaan Cross Selling, Up Selling dan Penggunaannya Terkait Strategi Bisnis

Ketika Anda terjun dalam dunia bisnis, tentu saja memasarkan produk adalah hal yang sangat penting dilakukan sebagai penentu keberhasilan dan kesuksesan bisnis yang dijalankan. Bukan tidak mungkin, dengan strategi pemasaran yang tepat, maka Anda akan mendapatkan lonjakan bisnis yang sangat signifikan. 

Nah, berkaitan dengan pemasaran bisnis, tentu, Anda bisa menemukan banyak strategi yang bisa dicoba. Salah satu strategi yang cukup populer dan banyak diaplikasikan oleh para pebisnis andal adalah cross selling, up selling.

Pernah mendengar strategi pemasaran tersebut sebelumnya?

Sekilas, keduanya memang terlihat serupa dan mirip. Namun, jika ditelaah dengan lebih detail, maka Anda akan mengetahui beberapa perbedaan yang cukup signifikan dari kedua strategi promosi tersebut.

Pada kesempatan ini akan dibahas tentang beberapa hal terkait cross selling dan juga up selling yang bisa menjadi ide promosi yang tepat untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi. Penasaran apa yang dimaksud dengan kedua strategi promosi bisnis ini? Simak ulasan selengkapnya!

Pengertian Cross Selling

Secara sederhana dan singkat, cross selling merupakan sebuah strategi pemasaran produk yang dilakukan dengan cara menambahkan barang lainnya. Tentu, umumnya, barang yang ditambahkan tersebut memiliki hubungan dengan produk utama yang dijual.

Misalnya saja, ketika seseorang menjual kopi, maka ia bisa menambahkan creamer sebagai barang tambahan. Atau, seseorang yang menjual panci bisa menambahkan sendok sayur sebagai pelengkap, dan lainnya.

Dilihat dari segi harga, biasanya harga produk cross selling atau tambahan tersebut cenderung lebih terjangkau daripada barang utama. Atau, bisa saja, kapasitas produk cross selling dikurangi daripada produk yang dijual secara terpisah. 

Hal ini dikarenakan tujuan utama dari strategi pemasaran ini adalah untuk menarik perhatian konsumen agar mereka membeli produk lain yang sifatnya komplementer. Dengan ketertarikan yang lebih tinggi, tentu tingkat konversi produk pada promosi akan cenderung meningkat.

Strategi cross selling ini termasuk salah satu strategi promosi yang sudah jamak digunakan, baik untuk pemasaran secara online ataupun secara offline. Sebagai contoh, ketika Anda pergi ke supermarket, tentu, banyak bukan produk yang dijual dengan cara gabungan?

Pengertian Up Selling

Lalu, apa pengertian dari up selling?

Dalam penjelasan yang singkat, up selling adalah sebuah teknik pemasaran produk yang dilakukan dengan cara menawarkan barang lain dengan harga yang cenderung lebih tinggi. Barang yang ditawarkan tersebut nantinya harus sejenis dengan barang yang sudah bisa menarik perhatian dari konsumen yang memandangnya.

Dari pengertian singkat tersebut, bisa dilihat jika tujuan dari up selling adalah guna menaikkan value penjualan. Cara yang digunakan adalah dengan menawarkan produk sejenis yang memiliki harga cenderung lebih mahal.

Perihal strategi pemasaran ini, sudah cukup banyak pebisnis yang menggunakan strategi up selling untuk mendongkrak pemasaran mereka. Misalnya, ada seorang pebisnis yang menjual mesin cuci seharga 2 jutaan. Ia kemudian juga menawarkan produk lain yang memiliki harga lebih mahal dengan memberitahukan kelebihan dari produk yang mahal tersebut.

Perbedaan Cross Selling dan Up Selling

Bisa dikatakan jika cross selling, up selling merupakan strategi pemasaran yang sangat menarik untuk meningkatkan penjualan dan menunjang bisnis yang dijalankan. Namun, dari kedua strategi pemasaran ini, ada beberapa perbedaan yang perlu diketahui.

Dari perbedaan diantara keduanya, tentu nantinya Anda bisa membandingkan mana strategi pemasaran yang lebih tepat diaplikasikan sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih dari bisnis yang dimiliki. Beberapa perbedaan antara cross selling dan up selling diantaranya adalah sebagai berikut: 

  1. Harga produk yang ditawarkan

Perbedaan mencolok antara cross selling dan up selling adalah harga dari produk yang ditawarkan. Seperti yang sudah dibahas di awal bahwa untuk cross selling, penjual pada dasarnya akan memasarkan produk dengan harga yang cenderung lebih murah.

Sebaliknya, up selling digunakan untuk menawarkan produk dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan produk yang diminati pelanggan. Penggunaan produk lain dengan harga yang lebih tinggi tersebut nantinya bisa dijadikan alat untuk meningkatkan ketertarikan calon konsumen yang menjadi target marketing.

  1. Jenis produk yang ditawarkan

Cross selling dan up selling juga memiliki perbedaan pada produk yang ditawarkan. Dalam hal ini, pada strategi cross selling, jenis produk yang bisa ditawarkan cenderung tidak terbatas. Produk yang ditawarkan tersebut bisa saja produk lain yang berbeda dari produk utama, asalkan masih ada hubungan dari keduanya.

Hal ini dikarenakan tujuan dari cross selling adalah complement. Artinya, produk yang satu dengan yang lainnya harus saling melengkapi meskipun berbeda.

Nah, sedangkan dalam strategi up selling, produk yang ditawarkan harus merupakan produk yang sejenis. Ya, hal ini beralasan karena tujuan dari strategi pemasaran up selling adalah pertimbangan. Nantinya, konsumen bisa memilih mana produk yang mereka inginkan berdasarkan pertimbangan tersebut.  

  1. Target konsumen

Perbedaan lain dari strategi pemasaran cross selling, up selling adalah target konsumen. Perbedaan terkait target konsumen ini sebenarnya bisa tergambar dari detail harga yang ditawarkan masing-masing strategi pemasaran tersebut.

Terkait target konsumen, strategi cross selling bisa dikatakan cenderung lebih leluasa. Artinya, Anda bisa menargetkan siapa saja untuk menjadi calon konsumen produk tersebut, terlebih dengan harga yang cenderung lebih terjangkau.

Nah, sedangkan untuk up selling, target konsumen yang disarankan adalah mereka yang memiliki kecenderungan memiliki kondisi finansial yang bagus untuk membeli produk dengan harga yang lebih tinggi. 

Tentu saja, perbedaan keduanya ini bisa menjadi bahan untuk melakukan analisis. Dengan proses analisis yang dilakukan, Anda bisa memutuskan target konsumen tertentu dan strategi pemasaran mana yang hendak Anda gunakan. Hanya saja, tentu, selain menentukan target konsumen tersebut, Anda juga perlu meningkatkan pelayanan terhadap para konsumen. 

  1. Besaran profit yang didapatkan

Baik cross selling ataupun up selling diterapkan untuk mendapatkan profit dari transaksi yang dilakukan. Namun, keduanya memiliki perbedaan dari besaran profit yang akan didapatkan.

Dalam hal ini, untuk Anda yang menggunakan strategi pemasaran cross selling, maka Anda akan mendapatkan keuntungan dari dua barang yang berbeda. Hal ini dikarenakan ada dua produk atau barang yang digabungkan dalam strategi cross selling dan dijual dengan cara bundling.

Di sisi lain untuk Anda yang menggunakan strategi up selling, keuntungan hanya akan didapatkan dari satu produk saja. Hal ini dikarenakan produk yang ditawarkan berbasis perbandingan dari produk lain. Meskipun, bisa saja profit yang didapatkan cenderung lebih besar jika konsumen memilih produk dengan harga yang lebih mahal.

Nah, beberapa hal di atas adalah perbedaan antara teknik pemasaran cross selling dan up selling. Tentu, keduanya bisa menjadi strategi pemasaran yang tepat untuk dilakukan guna menarik konsumen.

Hanya saja, terkait penerapan cross selling, up selling tersebut, Anda perlu melakukan riset terlebih dahulu. Cek produk yang hendak Anda pasarkan untuk memilih mana strategi yang cenderung lebih efektif. Selain itu, pastikan Anda juga sudah memikirkan target market untuk promosi.

Related posts:
  1. 6 Langkah Mudah Melakukan Riset Pasar untuk Pemula Bisnis Skincare
  2. 11 Ide Promo yang Menarik untuk Meningkatkan Penjualan
  3. Cara Menanggapi Keluhan dan Komplain Komplain Konsumen pada Bisnis Anda
  4. 14 Langkah Promosi Skincare Melalui Media Social
  5. 9 Tips Packing Produk Berkualitas yang Aman dan Elegan
Ruth
Author
Ruth
Bagikan