Unique Selling Proposition (USP) : Yuk Belajar Kenali Dan Ketahui Perannya Dalam Bisnis

Updated September 28, 2022 • Created 7 bulan yang lalu
Unique Selling Proposition (USP) : Yuk Belajar Kenali Dan Ketahui Perannya Dalam Bisnis

Unique Selling Proposition (USP) adalah salah satu cara yang dilakukan untuk membuat sebuah bisnis menjadi lebih menarik dan unik. Sesuai dengan namanya, USP merupakan sebuah teknik pemasaran yang unik dan berbeda dengan pemasaran lainnya.

Banyak orang yang ingin menggunakan USP namun salah dalam penerapannya. Sebagai contoh adalah memberikan diskon sebesar 10 persen, memberikan gift secara cuma-cuma, maupun layanan customer service 24 jam selama 7 hari.

Contoh yang sudah disebutkan di atas adalah sebuah strategi promosi dimana bisa memberikan banyak pemasukan saat diterapkan. Namun jenis promosi ini tidak termasuk dalam unique selling proposition. Untuk itulah, agar mengetahui lebih detail mengenai USP, simak informasinya berikut ini.

Bentuk Dari USP

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, unique selling proposition adalah salah satu strategi yang digunakan untuk membedakan produk dan layanan brand suatu perusahaan dengan kompetitor. USP umumnya dinyatakan dalam kata-kata. Kata-kata tersebut juga memang cenderung bold sehingga lebih mudah menarik perhatian dari audience.

Namun meskipun begitu, unique selling proposition bukanlah sekedar slogan maupun header yang harus dipasang di homepage website suatu perusahaan. Namun, lebih dari itu, USP adalah identitas. Identitas tersebut akan membuat bisnis kecil maupun bisnis yang sedang dirintis mendapatkan posisi di tengah masyarakat dengan persaingan yang ketat sekalipun.

Karena tujuan dari pembuatan unique selling proposition ini sangat penting, maka proses pembangunannya pun tidak boleh asal dan main-main.

Manfaat Unique Selling Proposition

Setelah mengetahui apa itu USP, maka Anda juga perlu mengetahui manfaat dari USP. Bukan hanya dari segi tujuan saja, namun USPO juga strategi yang akan memberikan banyak manfaat baik bagi sebuah brand maupun perusahaan itu sendiri. Berikut ini manfaat dari penerapan strategi USP antara lain :

  • Membedakan produk perusahaan dari keunikannya dengan produk kompetitor : strategi USP mampu memberikan identitas kepada suatu brand sehingga terlihat berbeda dari yang lain
  • Menanamkan value produk yang kuat dalam benak konsumen : karena sebagai identitas, maka orang akan lebih mengenal produk dengan lebih baik
  • Menaikkan kemungkinan pembelian produk oleh konsumen : orang yang sudah mengenal produk tersebut akan lebih meningkatkan kemungkinan seseorang tersebut membelinya daripada produk yang tidak diketahui sama sekali
  • Sumber bertambahnya pendapatan : penjualan yang meningkat tentu akan meningkatkan pendapatan juga
  • Meningkatkan loyalitas konsumen : konsumen yang sudah merasa nyaman dengan produk tersebut akan sulit untukberpindah ke lain produk

Cara Membuat USP Berkualitas

USP bisa membantu perusahaan atau pemilik usaha untuk dapat memenangkan persaingan dengan kompetitor. Hal ini tentu saja terwujud apabila Anda sebagai pelaku bisnis mengetahui cara yang tepat untuk menggunakan dan memanfaatkan USP ini.

Bagi Anda yang ingin tahu bagaimana cara membangun sebuah USP yang bisa memberikan identitas pada bisnis yang sedang dijalankan dan membawa kemenangan persaingan dengan brand lain, maka bisa menyimak tipsnya berikut ini.

  1. Ketahui Motivasi Konsumen Dalam Membeli Produk

Tujuan utama dari strategi USP adalah memudahkan brand Anda dengan kompetitor. Namun sayangnya masih banyak sekali yang salah dalam pembuatan USP. Kesalahan yang paling banyak dilakukan adalah mengenai dasar pembuatan USP tersebut.

Banyak pelaku bisnis yang membuat Unique Selling Proposition (USP) sesuai dengan kebutuhan brand sebagai pusatnya. Hal tersebut dilakukan tanpa memperhatikan aspek yang jauh lebih penting yaitu audience.

Pada dasarnya audience sendiri adalah orang yang akan menentukan apakah mereka akan membeli produk tersebut atau tidak. Oleh karena itulah ketika membuat USP, maka perlu memposisikan diri pada kursi konsumen dan mencari tahu apakah hal yang membuat mereka tertarik untuk membeli produk dari bisnis Anda.

Sebagai contoh, Anda memiliki produk berupa pakaian tidur. Maka hal yang paling penting dicari oleh konsumen adalah kenyamanan dari baju tidur tersebut. Dengan demikian, bisa menggunakan aspek kenyamanan sebagai ide utama dalam pembangunan USP. Mengetahui yang paling dibutuhkan oleh konsumen adalah hal paling penting dalam membangun USP.

Ketika suatu perusahaan dapat menyelami pikiran konsumen, maka akan lebih mudah mengetahui bagaimana caranya membuat konsumen datang dan membeli produk yang ditawarkan.

  1. Sesuaikan Dengan Pangsa Pasar

Selain mengetahui kebutuhan konsumen, Anda juga perlu menyesuaikan USP dengan pangsa pasar yang sudah ditentukan sebelumnya. Penyesuaian terhadap pangsa pasar akan sangat tepat dilakukan mengingat salah satu hal yang menjembatani dua entitas asing adalah komunikasi itu sendiri.

Apabila menggunakan cara komunikasi yang salah maka akan membuat konsumen secara instan beralih ke kompetitor. Untuk itulah gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh konsumen sehingga dapat membawa brand menjadi lebih dekat dengan calon pembeli.

Pastikan untuk mengetahui secara detail dari pangsa pasar. Ketahui mulai dari usia target, kesukaan target, dan hal yang berhubungan dengan pendekatan untuk meningkatkan engagement brand. Pelajari juga tren yang muncul di kalangan usia pangsa pasar dan yakinkan mereka bahwa Anda benar-benar mengerti kebutuhan konsumen.

  1. Lakukan Uji Banding Dengan Produk Kompetitor

Meskipun brand Anda memiliki konsep yang mirip dengan brand kompetitor, namun setiap ide bisnis pasti memiliki sesuatu yang spesial di dalamnya. Oleh karena itulah sangat penting untuk melakukan perbandingan antara produk sendiri dengan produk kompetitor. Hal tersebut akan memberikan hasil bahwa produk tersebut tidak sama dengan kompetitor.

Dengan melakukan perbandingan tersebut, maka pelaku bisnis akan menerima dan melihat perbedaan apa yang ada di antara bisnisnya dengan kompetitor. Tidak hanya itu, pelaku bisnis juga akan mengetahui keunggulan dari produk yang dimiliki untuk kemudian menggunakannya sebagai salah satu elemen dalam USP.

Contoh USP

Setelah penjelasan cukup detail terkait USP, maka sekarang coba perhatikan 2 contoh Unique Selling Proposition (USP) berikut ini.

  1. Apple

Tentu semua orang mengenal brand IT yang satu ini bukan? Sampai saat ini, Apple masih unggul apabila dibandingkan dengan brand serupa dalam kategori produk elektronik. Hal tersebut dikarenakan disaat brand lain bekerjasama dengan android sebagai pengembang sistem operasi seluler, Apple berinovasi sendiri dengan membuat IOS.

  1. Indomie

Tentu tagline khas dari merek ini yaitu “Indomie Seleraku” sudah tidak asing lagi. Sehingga setiap orang yang mendengarnya, tentu akan langsung berpikir mengarah ke produk dari Indofood tersebut.

Tidak hanya itu, Indomie juga memiliki inovasi untuk memodifikasi varian rasa sesuai dengan daerah yang ada di Indonesia dan hal tersebut bisa menjadi nilai plus tersendiri. Beberapa konsumen bisa saja akan berpikir bahwa Indomie sangat mementingkan pembeli hingga dari latar belakang kultur budaya.

Nah kini Anda telah mengetahui dengan detail mengenai Unique Selling Proposition (USP). Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa USP merupakan teknik yang penting demi eksistensi perusahaan di tengah persaingan sengit pasar bisnis di era modern ini.

Related posts:
  1. 6 Langkah Mudah Melakukan Riset Pasar untuk Pemula Bisnis Skincare
  2. 11 Ide Promo yang Menarik untuk Meningkatkan Penjualan
  3. Cara Menanggapi Keluhan dan Komplain Komplain Konsumen pada Bisnis Anda
  4. 14 Langkah Promosi Skincare Melalui Media Social
  5. 9 Tips Packing Produk Berkualitas yang Aman dan Elegan
Dwika
Author
Dwika
Bagikan