Akses Cepat
- Produk boleh lokal, tetapi persiapannya harus berstandar internasional
- Ekspor makanan ke luar negeri: Malaysia dan Singapura punya aturan sendiri
- Dokumen ekspor itu seperti tiket perjalanan. Jangan baru dicari ketika sudah berangkat
- Ongkir jangan sampai menjadi pemeran utama yang mengambil seluruh keuntungan
- KiriminAja membantu mengelola pengiriman internasional dengan lebih praktis
- FAQ seputar ekspor makanan ke Malaysia dan Singapura
- Kesimpulan: Rasa Nusantara Bisa Mendunia, Asal Hitungannya Tidak Berhenti di Dapur

Produk makanan lokal punya modal yang menarik untuk dibawa ke pasar internasional: rasa yang khas, pilihan yang beragam, dan cerita di balik proses pembuatannya. Di media sosial, keripik pisang, sambal kemasan, kopi lokal, sampai aneka camilan sering tampil dengan kemasan yang semakin menarik. Kolom komentar pun bisa berubah menjadi etalase pasar baru ketika calon pembeli bertanya, “Bisa kirim ke Singapura?”
Pertanyaan sederhana itu membuka urusan yang lebih panjang daripada sekadar membungkus makanan. Ada ongkos kirim, masa simpan, dokumen, ketentuan impor, dan label produk yang perlu diperiksa. Produk boleh punya rasa juara, tetapi paket tidak bisa menyeberangi perbatasan hanya bermodal testimoni bintang lima.
Malaysia dan Singapura terlihat dekat di peta. Namun, kedekatan geografis tidak otomatis membuat prosedur pengiriman makanan menjadi sederhana. Kabar baiknya, pelaku UMKM tidak harus langsung menjadi eksportir besar untuk mulai mempelajari peluang tersebut. Yang diperlukan adalah persiapan yang masuk akal, perhitungan biaya yang jujur, dan layanan pengiriman yang sesuai.
Agar proses pengiriman lebih mudah dan biaya lebih terkendali, Anda dapat mulai menggunakan KiriminAja. Registrasi akun KiriminAja untuk mengelola pengiriman bisnis Anda dengan lebih praktis.
1. Produk boleh lokal, tetapi persiapannya harus berstandar internasional
Salah satu kesalahan dalam merencanakan ekspor adalah terlalu fokus pada pertanyaan, “Siapa yang mau membeli?” Padahal, pertanyaan lain tidak kalah penting: apakah produk siap menempuh perjalanan, memenuhi persyaratan negara tujuan, dan tetap layak ketika diterima?
Makanan yang enak saat baru diproduksi belum tentu cocok untuk perjalanan internasional. Keripik yang renyah bisa melempem jika kemasannya tidak memadai. Sambal yang dikemas menarik tetap memerlukan pemeriksaan mengenai komposisi, kemasan, dan kelayakan pengirimannya.
Sebelum menawarkan produk kepada calon pembeli, periksa beberapa hal berikut:
- Masa simpan. Pastikan produk memiliki masa simpan yang sesuai dengan karakteristiknya dan perkiraan perjalanan.
- Kemasan. Sesuaikan perlindungan terhadap benturan, kelembapan, kebocoran, dan risiko lain.
- Konsistensi produk. Jaga komposisi, berat bersih, mutu, serta informasi produk.
- Kapasitas produksi. Pastikan Anda mampu memenuhi pesanan tanpa mengorbankan kualitas penjualan domestik.
- Informasi produk. Siapkan daftar bahan, informasi alergen, petunjuk penyimpanan, dan data lain yang relevan.
Makanan kering seperti keripik atau camilan kemasan dapat menjadi pilihan awal untuk dievaluasi. Namun, jangan menyamakan makanan kering dengan barang yang otomatis boleh dikirim. Komposisi dan aturan negara tujuan tetap menentukan.
2. Ekspor makanan ke luar negeri: Malaysia dan Singapura punya aturan sendiri
Malaysia dan Singapura dapat menjadi pasar yang layak dipertimbangkan karena keduanya relatif dekat dengan Indonesia. Meski demikian, keputusan memilih pasar perlu mempertimbangkan permintaan, persaingan, biaya distribusi, dan ketentuan impor.
Malaysia, bukan sekadar pasar tetangga
Pemerintah Malaysia mengatur keamanan dan standar makanan melalui ketentuan seperti Food Act 1983 dan Food Regulations 1985. Produk impor perlu memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan pelabelan dan dokumen tambahan apabila diwajibkan.
Pemeriksaan dapat dimulai melalui prosedur impor makanan Kementerian Kesehatan Malaysia.
Singapura, pasar dekat dengan persyaratan yang tetap perlu diperiksa
Singapore Food Agency (SFA) menetapkan persyaratan impor berdasarkan kategori makanan. Pelaku usaha yang mengimpor makanan olahan untuk dijual secara komersial perlu memenuhi kewajiban registrasi atau perizinan yang relevan.
Periksa ketentuannya melalui panduan resmi impor makanan SFA.
Apa artinya bagi UMKM Indonesia? Sebelum menerima pesanan, pastikan pembeli memahami kewajiban impornya dan produk Anda memenuhi persyaratan yang berlaku. Pengiriman sampel berukuran kecil pun tidak otomatis terbebas dari aturan.
3. Dokumen ekspor itu seperti tiket perjalanan. Jangan baru dicari ketika sudah berangkat
Dalam bisnis, dokumen sering terlihat seperti urusan administratif yang bisa diselesaikan belakangan. Sampai akhirnya pembeli meminta dokumen tertentu, sementara penjual masih sibuk mencari tahu nama dan fungsinya.
Untuk menghindari situasi tersebut, siapkan daftar dokumen berdasarkan jenis produk, negara tujuan, dan skema transaksi. Dokumen yang mungkin relevan antara lain:
- Identitas usaha dan perizinan yang diperlukan.
- Spesifikasi produk dan informasi komposisi.
- Invoice sebagai catatan transaksi.
- Packing list yang menjelaskan isi dan jumlah barang.
- Dokumen kepabeanan dan pengangkutan.
- Sertifikat atau dokumen teknis tambahan jika diwajibkan.
Jangan berasumsi semua produk makanan membutuhkan dokumen yang identik. Persyaratan sambal kemasan dapat berbeda dari keripik, produk hewani, atau makanan segar.
Periksa pula kode HS atau klasifikasi barang untuk membantu menelusuri ketentuan perdagangan. Anda dapat memulai melalui portal EXIM Kementerian Perdagangan.
Prinsipnya sederhana: bedakan kewajiban eksportir Indonesia, kewajiban importir di negara tujuan, dan persyaratan komersial yang diminta pembeli. Ketiganya berkaitan, tetapi tidak selalu sama.
4. Ongkir jangan sampai menjadi pemeran utama yang mengambil seluruh keuntungan
Banyak pelaku usaha menghitung biaya bahan baku, tenaga kerja, dan kemasan secara terperinci. Namun, ketika membicarakan ekspor, ongkir kadang baru diperiksa setelah harga jual telanjur disepakati.
Padahal, biaya pengiriman bisa mengubah keseluruhan perhitungan bisnis.
Sebelum memberikan penawaran, masukkan komponen berikut:
- Biaya produksi dan kemasan.
- Kemasan tambahan untuk perjalanan.
- Ongkos kirim berdasarkan tujuan dan spesifikasi paket.
- Biaya dokumen atau penanganan tambahan jika ada.
- Asuransi dan biaya transaksi jika digunakan.
- Bea masuk dan pajak yang relevan dengan skema transaksi.
Berat dan dimensi paket juga perlu diperhatikan. Kemasan yang terlalu besar dapat meningkatkan biaya tanpa membuat produk lebih menarik bagi pembeli.
Anda dapat mempelajari komponen perhitungan melalui artikel cara menghitung ongkir untuk bisnis. Setelah itu, gunakan rincian paket dan tujuan yang sebenarnya untuk memperoleh estimasi yang relevan.
Contoh sederhana: keripik yang laku belum tentu marginnya sehat
Situasi: UMKM berencana menjual 30 bungkus keripik singkong ke calon distributor di Singapura dengan harga Rp40.000 per bungkus.
Masalah: Pemilik usaha hanya menghitung biaya produksi, tanpa memasukkan ongkir internasional.
Penyebab: Harga jual ditentukan sebelum seluruh biaya pengiriman diperiksa.
Solusi: Buat simulasi biaya sebelum menyepakati transaksi.
| Komponen | Simulasi |
|---|---|
| Pendapatan 30 bungkus | Rp1.200.000 |
| Produksi dan kemasan | Rp660.000 |
| Asumsi ongkir dan penanganan | Rp350.000 |
| Sisa sebelum biaya lain | Rp190.000 |
Angka di atas merupakan ilustrasi, bukan tarif aktual KiriminAja. Simulasi tersebut juga belum memasukkan biaya pemasaran, transaksi, dan pungutan impor apabila berlaku.
Dari contoh ini, terlihat bahwa sisa pendapatan setelah dua komponen biaya utama hanya Rp190.000. Jika ongkir diabaikan, pemilik usaha mungkin mengira hasilnya mencapai Rp540.000.
Solusinya bukan selalu menaikkan harga. Anda dapat mengevaluasi jumlah pesanan minimum, menyepakati pembagian biaya dengan pembeli, atau menyesuaikan ukuran paket. Yang terpenting, jangan mengorbankan kualitas produk hanya demi mempertahankan harga yang ternyata tidak menguntungkan.
5. KiriminAja membantu mengelola pengiriman internasional dengan lebih praktis
Setelah produk, dokumen, dan perhitungan biaya siap, Anda dapat mulai mengevaluasi layanan pengiriman yang tersedia.
Melalui layanan pengiriman internasional KiriminAja, pelaku usaha dapat memeriksa pilihan pengiriman untuk negara tujuan, termasuk Malaysia dan Singapura.
Sebelum memproses pesanan, lakukan langkah berikut:
- Registrasi dan lengkapi informasi akun.
- Periksa ketersediaan layanan ke negara tujuan.
- Masukkan berat, dimensi, alamat penerima, dan informasi barang secara akurat.
- Konfirmasikan apakah jenis makanan Anda diterima oleh layanan.
- Periksa tarif, dokumen, dan persyaratan tambahan sebelum mengirim.
- Pantau status pengiriman dan komunikasikan perkembangannya kepada pembeli.
Penerimaan barang tetap bergantung pada ketentuan layanan dan karakteristik produk. KiriminAja juga mencantumkan makanan kering yang tahan lama sebagai produk yang sesuai untuk pengiriman internasional, sedangkan produk sensitif seperti cairan, bubuk, dan pasta perlu diperiksa lebih lanjut.
Layanan logistik membantu pengelolaan pengiriman, tetapi tidak otomatis menggantikan kewajiban eksportir atau importir dalam memenuhi aturan perdagangan dan keamanan pangan.
6. FAQ seputar ekspor makanan ke Malaysia dan Singapura
Apakah UMKM bisa mengekspor makanan?
UMKM dapat mempertimbangkan ekspor selama produk, legalitas, dokumen, dan proses pengirimannya memenuhi persyaratan yang berlaku. Mulailah dengan satu produk dan satu negara tujuan agar pemeriksaannya lebih terarah.
Apakah semua makanan bisa dikirim melalui KiriminAja?
Tidak otomatis. Jenis produk, ketentuan layanan, dan aturan negara tujuan harus diperiksa. Konfirmasikan kelayakan produk sebelum menerima pesanan.
Berapa biaya pengiriman makanan ke luar negeri?
Biaya bergantung pada tujuan, berat, dimensi, layanan, serta penanganan tambahan jika diperlukan. Periksa estimasi berdasarkan detail paket aktual sebelum menetapkan harga jual.
Kesimpulan: Rasa Nusantara Bisa Mendunia, Asal Hitungannya Tidak Berhenti di Dapur
Ekspor makanan ke luar negeri bukan perlombaan untuk segera mengirim produk sebanyak-banyaknya. Ini soal memastikan produk siap, pasar sesuai, dokumen beres, dan biaya tetap masuk akal.
Malaysia dan Singapura bisa menjadi pasar yang dipertimbangkan oleh UMKM Indonesia. Namun, keputusan mengirim harus didasarkan pada pemeriksaan persyaratan dan perhitungan yang jelas, bukan hanya antusiasme melihat calon pembeli dari luar negeri.
Jika Anda ingin proses pengiriman lebih sederhana, transparan, dan membantu mengontrol biaya logistik, registrasi akun KiriminAja sekarang dan mulai kelola pengiriman bisnis Anda dengan lebih efisien.
Artikel Terkait
Satu Solusi untuk Semua #PastiAman
Pengiriman paket jadi mudah!
Jadikan pengalaman pengiriman paket lebih sat-set dengan dukungan banyak ekspedisi serta layanan yang handal KiriminAja.











