Informasi Penting Mengenai CAC Dan Cara Meningkatkannya

Updated September 28, 2022 • Created 7 bulan yang lalu
Informasi Penting Mengenai CAC Dan Cara Meningkatkannya

Customer Acquisition Cost (CAC)  adalah total biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah perusahaan maupun pemilik usaha untuk mendapatkan pelanggan baru yang membayar selama periode waktu tertentu. Biaya di sini termasuk biaya pemasaran dan penjualans serta gaji yang harus dibayarkan kepada karyawan untuk mendapatkan pelanggan.

CAC dan customer lifetime value (CLV) dianggap sebagai faktor yang menentukan suatu bisnis memiliki model bisnis dan pendapatan yang layak ataupun tidak. Pada CLV, akan memberi tahu berapa banyak yang dibawa oleh pelanggan selama hidupnya. Jika dibandingkan CAC, maka metrik ini akan menghasilkan keuntungan yang diperoleh suatu bisnis sepanjang masa hidup customer.

Fungsi CAC

Setelah mengetahui pengertian CAC, maka tidak ada salahnya jika mengetahui apa saja fungsi dari CAC baik dari perspektif pemilik usaha maupun dari sudut pandang investor. Berikut ini penjelasannya.

  1. Fungsi CAC Dari Perspektif Pemilik BisnisFungsi dari CAC jika dilihat dari pandangan pemilik usaha adalah untuk menyampaikan kelayakan model bisnis dan apa saja yang perlu ditingkatkan untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan. Apabila CAC tinggi sedangkan CLV rendah, maka proses akuisisi saat ini perlu perbaikan. Untuk CAC rendah menunjukkan bahwa bisnis yang dijalankan menghabiskan banyak uang secara efisien. Hal tersebut secara bertahap akan memberikan keuntungan yang jauh lebih banyak pada periode waktu tertentu.
  2. Fungsi CACA Dari Sudut Pandang InvestorSedangkan dari sudut pandang investor, CAC memberikan fungsi sebagai sarana untuk menghitung berapa banyak investasi yang dibutuhkan untuk tetap bisa bertahan. Tidak hanya itu saja, namun juga menyampaikan kelayakan investasi ini bagi investor karena membantu menghitung ROI. Meskipun CAC merupakan KPI agnostik yang sifatnya terlalu segmented, namun lebih sering digunakan oleh bisnis yang berbasis langganan. Pelanggan bisnis tersebut  bertahan lama, membayar secara berulang, dan menjadikan CLV mereka lebih besar dari CAC.

Bagaimana Menghitung Customer Acquisition Cost?

Pada umumnya, Customer Acquisition Cost (CAC) dapat dihitung dengan membagi semua biaya yang telah dikeluarkan untuk memperoleh pelanggan baru dengan jumlah pelanggan yang diperoleh dalam periode tertentu.

Biaya ini mencakup semua biaya penjualan dan pemasaran yang kemudian dibagi menjadi :

  • Biaya pemasaran (M) : total biaya pemasaran untuk mendapatkan pelanggan termasuk biaya iklan
  • Gaji karyawan (E) : biaya yang dikeluarkan untuk membayar upah karyawan
  • Biaya profesional (P) : biaya ini dikeluarkan untuk layanan profesional seperti desain, konsultasi, dll
  • Biaya penjualan (S) : biaya yang terkait dengan penjualan seperti komisi e-commerce, dll
  • Biaya perangkat lunak dan alat (ST) : semua biaya yang dikeluarkan untuk membeli, menjalankan, dan mengoperasikan perangkat lunak yang digunakan selama proses pemasaran dan penjualan produk
  • Biaya lainnya (O) : semua overhead tambahan seperti sewa, peralatan, dll

 

Bagaimana Agar CAC Tidak Terlalu Tinggi?

Jika sudah berhubungan dengan biaya yang harus dikeluarkan demi keperluan pemasaran, maka bisa jadi tim marketer dan accounting sedikit was-was. Hal ini karena dalam menjalankan bisnis, segala hal bisa terjadi meskipun sudah membuat business forecasting maupun finance forecasting.

Untuk itulah untuk mengantisipasinya perlu mengetahui beberapa cara meminimalkan CAC. Gunakan fitur call to action (CTA) dan landing page. Selain itu juga perlu memastikan performa website dalam keadaan baik seperti responsivitas tampilan web dan penggunaan teknik copywriting.

Anda juga perlu mempertimbangakn A/B testing pada semua fitur website dan meningkatkan customer value dan brand value. Caranya bisa dengan merilis produk baru atau memperbarui produk secara berkala. Jangan lupa juga untuk selalu memastikan dan mengoptimalkan strategi akuisisi pelanggan yang Anda gunakan. Contohnya apakah ada biaya marketing yang bisa dipangkas atau tidak. 

 

  1. Kenali Target Pelanggan Perusahaan
    Mengetahui target pasar atau pelanggan adalah landasan utama. Trik penjualan tidak akan bekerja dengan baik apabila tidak paham siapa yang akan menjadi target pasar. Sehingga sangat penting mengenali dan memahami pelanggan dengan cara mengetahui platform media sosial yang paling sering dan paling banyak digunakan oleh pelanggan. Anda perlu mengetahui kapan dan dimana harus menggunakan media pemasaran secara offline dengan traditional marketing tool. Contohnya penggunaan billboard maupun majalah. Selain itu juga program referral marketing yang bisa menjadi win-win solution antara pelaku bisnis dan pelanggan.

     

  2. Menghitung CLV 
    Karena akan berhubungan dengan kelanjutan dan profitabilitas bisnis, maka perlu juga untuk memahami CLV di awal proses akuisisi klien baru. Apabila belum memulainya, maka dapat menggunakan business expected value untuk membuat tolak ukur yang realistis.
    CLV sangat penting karena pemilik usaha dapat menggabungkannya dengan CAC, sehingga akan mengetahui apa yang bisa ditambahkan pada bisnis yang sedang dijalankan.
  3. Memilih Marketing Channel Dan Strategi Marketing.                                                                                                Marketing yang efektif menjadi bagian penting dari pengembangan bisnis dan akuisisi pelanggan. Agar CAC lebih efektif dan efisien maka harus menemukan beberapa marketing channel yang sesuai dengan bidang bisnis yang digeluti. Anda perlu mempertimbangkan hal berikut ini sebagai upaya membangun CAC :
    • Sosial Media Marketing (SMM) untuk meningkatkan customer retention
    • Content Marketing dan SEO yang berguna untuk membangun sales pipeline terbaik
    • E-mail Marketing dengan menggunakan email blast maupun lainnya
    • Offline atau traditional marketing menggunakan brosur, iklan TV, radio, billboard, maupun direct email.

    Apabila sudah memilih jenis marketing channel yang paling sesuai selanjutnya juga harus melacak efektivitas marketing campaign pada setiap marketing channel menggunakan software CRM. Tidak hanya itu, promosikan konten buatan pelanggan menggunakan media sosial. Hal ini sangat bagus untuk membangun brand loyalty. 

  4. Manfaatkan Teknologi Otomats.

           Karena akan berhubungan dengan kelanjutan dan profitabilitas bisnis, maka perlu juga untuk memahami CLV di awal proses  akuisisi klien baru. Apabila belum memulainya, maka dapat menggunakan business expected value untuk membuat tolak ukur yang realistis. CLV sangat penting karena pemilik usaha dapat menggabungkannya dengan CAC, sehingga akan mengetahui apa yang bisa ditambahkan pada bisnis yang sedang dijalankan.

       5. Penilaian Dan Iterasi

         Agar bisa menguasai konsep akuisisi pelanggan dan menekan CAC, maka perlu memastikan strategi mana yang berhasil dan yang tidak berhasil. Cobalah untuk menemukan cara untuk menghubungkan customer acquisition  dengan tools tertentu setelah itu lakukan A/B testing secar berkala.

Itulah penjelasan lengkap mengenai CAC dan bagaimana penerapan serta menjaganya agar tetap rendah. Sejatinya, Customer Acquisition Cost (CAC) adalah suatu konsep bisnis yang menguntungkan dimana membuat bisnis menjadi lebih terukur. Dengan menggunakan CRM dan email marketing akan membantu Anda meminimalkan dan menskalakan proses.

 

Related posts:
  1. 6 Langkah Mudah Melakukan Riset Pasar untuk Pemula Bisnis Skincare
  2. 11 Ide Promo yang Menarik untuk Meningkatkan Penjualan
  3. Cara Menanggapi Keluhan dan Komplain Komplain Konsumen pada Bisnis Anda
  4. 14 Langkah Promosi Skincare Melalui Media Social
  5. 9 Tips Packing Produk Berkualitas yang Aman dan Elegan
Dwika
Author
Dwika
Bagikan