10 Strategi dalam Merumuskan Business Plan Paling Ampuh untuk Usaha Anda

Kinanthi Haksari
1 bulan lalu
157
10 Strategi dalam Merumuskan Business Plan Paling Ampuh untuk Usaha Anda

Jika Anda berkeinginan untuk menjalankan sebuah bisnis yang menguntungkan, maka langkah pertama yang harus dilakukan yakni merumuskan business plan terbaik Anda. Keberadaan rancangan bisnis diibaratkan sebuah peta yang akan memandu langkah Anda untuk tetap berada di jalurnya.

Bagaimana langkah-langkah dalam penyusunan kerangka bisnis yang harus dilakukan oleh seorang pemula? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

1. Produk dan Layanan yang Ditawarkan

Saat memutuskan untuk menjalankan sebuah bisnis, terdapat dua pilihan produk atau layanan yang bisa dipasarkan. Pertama, Anda bergerak sebagai owner dengan memproduksi barang atau jasa. Kedua, Anda bergerak sebagai penjual yang memperdagangkan produk orang lain.

Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Maka, hal tersebut perlu Anda pertimbangkan sebagai bahan evaluasi.

Jika produk utamanya sudah bagus, maka langkah untuk mempublikasikan kepada calon konsumen pun bisa disiasati. Baik untuk produk buatan sendiri atau produk milik orang lain, pastikan inti produk tersebut bisa memberikan kebaikan untuk penggunanya.

Ketika Anda memiliki sebuah ‘killer content’ yang dibutuhkan banyak orang, maka Anda tak perlu khawatir tentang perkembangan bisnis Anda di masa yang akan datang. Barang atau jasa yang dibutuhkan, tentu saja akan dicari sepanjang masa.

2. Marketing Prospek

Marketing prospek adalah sebutan bagi orang-orang yang menjadi target pembeli produk Anda. Hal ini penting untuk dirumuskan karena kenaikan penjualan akan tergantung pada ketepatan sasaran market Anda.

Misalkan untuk produk bayi, maka target pasarnya adalah orang tua si bayi. Bagaimana menemukan mereka? Anda bisa bergabung dalam grup parenting, tumbuh kembang anak, atau sejenisnya. Di sana Anda akan lebih mudah menemukan calon konsumen yang tertarget.

Jika produk Anda berkaitan dengan kecantikan, Anda bisa menemukan calon pelanggan dari grup-grup tentang tutorial make up atau skincare. Hal ini akan memperbesar peluang Anda untuk mendapatkan marketing prospek yang sesuai dengan produk yang ditawarkan.

3. Menentukan Target Bisnis

Apa tujuan Anda dalam berbisnis? Apa saja target yang ingin dicapai? Apa saja usaha untuk bisa meraihnya? Beberapa pertanyaan tersebut bisa Anda jawab sebagai patokan dalam menentukan sebuah target bisnis. Ada banyak cara untuk bisa meraihnya jika memang target yang ditentukan benar-benar Anda fokuskan.

Target bisnis juga akan memacu Anda untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan eksekusi bisnis. Hal ini tentu penting ketika merumuskan business plan, agar jalan usaha Anda lebih mudah dikendalikan dan dipantau secara terus menerus.

4. Mengerti Kelemahan Produk

Sebagai pemilik bisnis. Anda harus mengerti kelebihan dan kekurangan produk. Mulai dari sistem dan teknis, hingga perkara teknis yang membersamainya. Anda bisa terus fokus untuk menyampaikan value produk kepada khalayak, sembari berbenah pada kelemahan-kelemahan yang mungkin tak terlihat di depan umum.

5. Mencari Tim yang Solid untuk Menemukan Peluang Bisnis

Selain merancang tatanan bisnis yang akan dijalankan, langkah lainnya yang juga perlu Anda pikirkan adalah mencari tim yang solid. Orang-orang yang memiliki visi dan misi dengan Anda akan membantu proses bisnis dengan lebih baik.

Hal ini akan meningkatkan langkah Anda dalam menemukan peluang bisnis baru yang bisa ditangkap oleh usaha yang sedang Anda kembangkan.

6. Melakukan Riset Kompetitor

Keberadaan kompetitor bisa menjadi salah satu cambukan untuk bisnis Anda. Meski demikian, tak jarang bahwa keberadaan kompetitor bisa menjadi batu pijakan baru untuk menaikkan penjualan.

Contohnya proses marketing yang heboh pada beberapa waktu lalu berkaitan dengan BTS Meal yang digawangi Mcd. Banyak kompetitor yang memanfaatkan peluang tersebut untuk menaikkan branding produk dan menarik perhatian.

Dengan melakukan riset kompetitor yang baik, maka peluang untuk menaikkan bisnis Anda juga akan semakin besar. Anda bisa menggunakan sistem ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dalam melakukan riset kompetitor, sehingga hal ini justru jadi sebuah langkah yang menguntungkan untuk bisnis Anda.

7. Strategi Pemasaran

Dalam membuat rancangan bisnis, selain enam poin sebelumnya, menentukan strategi pemasaran yang akan digunakan juga menjadi hal yang harus dirumuskan. Anda bisa menggunakan dua cara pemasaran, yakni pemasaran offline dan pemasaran online.

Pemasaran offline bisa diwujudkan dengan pemasangan banner, baliho, atau iklan di jalan raya. Tujuannya untuk memberikan awareness kepada masyarakat tentang keberadaan produk Anda. Dengan mempromosikan produk di depan khalayak, maka calon target market Anda bisa datang dari berbagai kalangan.

Untuk strategi pemasaran online, Anda bisa memanfaatkan kanal media sosial yang banyak digunakan. Dalam hal ini, Anda juga harus menyesuaikan dengan materi produk yang akan ditawarkan. Ranah online adalah media yang cakupannya lebih luas, sehingga proses promosinya pun sebaiknya bisa dimaksimalkan, mengikuti skema dan algoritma pada masing-masing media sosial.

Misalkan untuk media Youtube, Anda harus fokus pada pembuatan video yang bisa memberikan edukasi yang lebih panjang. Untuk media Facebook, banyak engagement tercipta dari saling sapa dan komentar. Untuk media Instagram, Anda harus fokus pada konten gambar dan caption yang memukau.

8. Pendanaan atau Financial

Rancangan awal untuk sebuah bisnis harus bisa menjelaskan dengan rinci tentang sumber pendanaan dan financial yang akan digunakan. Anda bisa mulai mengajukan proposal untuk bisa mendapatkan investor yang berkenan untuk melakukan investasi bisnis. Meski tak semua sumber pendanaan harus dari investor, tetapi langkah untuk menemukan penanam modal adalah hal yang cukup penting.

Sumber pendanaan ini adalah benang merah yang akan menjadi penentu keberhasilan sebuah usaha. Jika produk Anda berasal dari supplier, maka gunakan kesempatan untuk mencari supplier termurah untuk hasil bisnis yang lebih memuaskan.

9. Punya Plan B (Rencana Cadangan)

Rencana cadangan harus Anda tentukan dalam merumuskan sebuah planning berbisnis. Adanya Plan B atau Plan C akan jadi sebuah back up rumusan rencana yang akan membantu Anda. Bila langkah pertama tidak membuahkan hasil yang baik, maka strategi lanjutan pada plan B dan plan C bisa dieksekusi.

10. Melakukan Evaluasi dan Inovasi

Evaluasi dan inovasi harus dirumuskan pula ketika Anda membuat plan bisnis. Waktu, situasi, dan kondisinya bisa disesuaikan tergantung kebutuhan. Evaluasi adalah upaya untuk meningkatkan kualitas Anda sebagai pemilik bisnis dengan melakukan perbaikan pada sistem, aturan, bahkan materi produk atau jasa.

Sedangkan inovasi adalah langkah untuk terus mendapatkan perhatian dari konsumen Anda, sehingga mereka tidak berpaling pada produk kompetitor. Hal ini akan menuntun daya kreativitas Anda untuk bisa melihat peluang dan mengembangkan konten produk menjadi lebih baik.

Belajar dan terus memaksimalkan upaya pemasaran dan bisnis Anda adalah hal wajib yang harus dilakukan. Jika ingin sebuah bisnis melebarkan sayap, Anda tetap harus fokus pada business plan yang telah dicanangkan pada mulanya. Jika ada kendala yang datang di tengah perjalanan, Anda tidak akan mudah goyah dan terus berusaha untuk memperbaikinya dengan pikiran yang lebih tenang.