Mengatasi Komplain Pelanggan

Updated August 16, 2022 • Created 10 bulan yang lalu
Mengatasi Komplain Pelanggan

Mendapat komplain dari pelanggan merupakan resiko yang ditanggung oleh setiap pelaku usaha. Menanggapi sebuah komplain pun juga perlu dihadapi dengan sabar dan kepala dingin. Salah-salah menanggapi, pelangganmu bisa berpaling ke toko lain atau yang lebih parah akan memberikan review yang buruk bagi usahamu. Akhirnya citra tokomu menjadi jelek dan tak menutup kemungkinan kamu akan kehilangan pelanggan yang lain karena terpengaruh review yang buruk.

Namun seburuk-buruknya komplain yang kamu terima, itu masih lebih baik daripada adanya pelanggan yang tidak komplain namun tiba-tiba menghilang begitu saja dengan memberikan review yang buruk ke teman-temannya. Karena kamu tidak mengetahui apa yang sedang terjadi dibalik pandangan konsumen terhadap produkmu. Kamu bahkan tidak tahu letak kesalahanmu dimana sehingga tidak bisa berimprovisasi ke arah yang lebih baik.

Lalu bagaimana caranya menghadapi keluhan pelanggan?

1. Dengarkan keluhan pelanggan

Pelanggan yang komplain tentunya ingin didengarkan terlebih dahulu keluhannya. Kekecewaan yang dialami pelanggan sudah pasti akan membuat pelanggan tidak puas, umumnya ketidakpuasan pelanggan akan dikeluarkan dengan cara mengeluh hingga marah-marah. Memang perlu kebesaran hati untuk menerima keluhan pelanggan bahkan hingga dimarahi. Namun percayalah, kekecewaan dan amarah itu akan mereda jika kamu mendengarkan keluhannya dengan seksama.

2. Memahami keluhan pelanggan

Bersikap empati dalam menghadapi keluhan pelangganmu merupakan salah satu hal yang mampu meredakan kekecewaan dan amarah pelanggan. Pelanggan juga akan merasa dimengerti dan dihargai dengan kamu yang mampu bersikap empati dalam menanggapi keluhannya.

3. Meminta maaf dan menawarkan jalan keluar dari masalah

Meminta maaf dengan tulus dan dikemas dengan ucapan yang tertata baik menjadi kunci utama mengubah suasana hati pelanggan. Namun jangan hanya meminta maaf, tawarkan juga solusi dari keluhan yang diajukan. Jika perlu, tawarkan penggantian barang jika keluhannya seputaran barang yang rusak yang bukan disebabkan oleh pelanggan. Jika dikonversikan, nilai kerugian penggantian barang tidak sebanding apa-apa dengan citra baik yang sudah susah payah kamu bangun.

4. Menghubungi pelanggan setelah masalah terselesaikan

Jangan lupa follow up kembali setelah masalah terselesaikan ya. Pelanggan tentunya merasa sangat dihargai dan diperhatikan dengan itikad baikmu untuk menghubunginya kembali. Pastikan barang yang diterima sudah sesuai ekspektasi pelanggan dan tidak ada lagi hal yang mengganjal dibelakang.

5. Berterima kasih dan menjadikan evaluasi team

Ucapkan terima kasih dan jadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran untuk teammu kedepannya supaya tidak terulang lagi.

Tentunya belajar dari kesalahan wajib perlu kita lakukan sebagai seorang pelaku usaha, sehingga kedepannya peristiwa yang merugikan tidak perlu terjadi lagi.

Related posts:
  1. 6 Langkah Mudah Melakukan Riset Pasar untuk Pemula Bisnis Skincare
  2. 11 Ide Promo yang Menarik untuk Meningkatkan Penjualan
  3. Cara Menanggapi Keluhan dan Komplain Komplain Konsumen pada Bisnis Anda
  4. 14 Langkah Promosi Skincare Melalui Media Social
  5. 9 Tips Packing Produk Berkualitas yang Aman dan Elegan
Kinanthi Haksari
Author
Kinanthi Haksari
Bagikan