blog-banner-floating-alt
blog-banner-popup-mobile-alt

Paket Ringan, Ongkir Kok Berat? Cara Menghitung Cargo Berdasarkan Volume Tanpa Salah Kira

P
Pamungkas
•5 menit baca
Ecommerce
cargo-volume

Ada kebiasaan kecil yang sering dilakukan ketika seseorang hendak mengirim barang: meletakkan paket di atas timbangan, melihat angkanya, lalu merasa urusan ongkos kirim sudah selesai. Masalah biasanya baru muncul ketika kardus berukuran besar ternyata memiliki biaya pengiriman yang jauh lebih tinggi daripada perkiraan.

Bayangkan sebuah paket berisi boneka besar. Beratnya hanya 12 kg. Namun, ketika sampai di ekspedisi, biaya pengirimannya justru dihitung berdasarkan berat 20 kg. Timbangan tidak rusak, petugas juga tidak sedang bercanda. Ada satu hal yang belum diperhitungkan: ruang yang digunakan paket selama perjalanan.

Fenomena ini membuat cara menghitung cargo berdasarkan volume menjadi pengetahuan penting, terutama bagi pelaku UMKM, seller online, dan bisnis yang rutin mengirim barang berukuran besar. Sebab, dalam dunia logistik, barang tidak hanya membayar berdasarkan beratnya, tetapi terkadang juga berdasarkan tempat yang ditempatinya.

blog-banner-inline-mobile-alt

Agar proses pengiriman lebih mudah dan biaya lebih terkendali, Anda dapat mulai menggunakan KiriminAja. Registrasi akun KiriminAja untuk mengelola pengiriman bisnis Anda dengan lebih praktis.

Apa Itu Penghitungan Cargo Berdasarkan Volume?

Penghitungan cargo berdasarkan volume adalah metode memperkirakan berat pengiriman dengan mempertimbangkan ukuran ruang yang ditempati barang. Metode ini sering disebut perhitungan berat volumetrik atau berat dimensi.

Mengapa ukuran barang ikut diperhitungkan? Sederhananya, kapasitas kendaraan pengiriman tidak hanya dibatasi oleh kemampuan mengangkut beban, tetapi juga oleh ruang penyimpanan.

Satu kardus besar berisi kapas mungkin hanya berbobot beberapa kilogram. Namun, kardus tersebut bisa memakan tempat yang seharusnya cukup untuk beberapa paket kecil.

Dalam praktiknya, ada tiga istilah yang perlu Anda pahami:

  • Berat aktual: berat fisik barang setelah dikemas, termasuk kardus, bubble wrap, dan pelindung tambahan. Satuannya kilogram (kg).
  • Berat volumetrik: berat hasil perhitungan berdasarkan dimensi panjang, lebar, dan tinggi kemasan. Hasilnya juga dinyatakan dalam kilogram.
  • Kubikasi (CBM): ukuran volume barang dalam satuan meter kubik (m³), yang menunjukkan seberapa besar ruang yang ditempati barang.

Ketiganya saling berkaitan, tetapi bukan hal yang sama. Menghitung kubikasi belum otomatis menghasilkan biaya pengiriman karena tarif dan ketentuan penagihan tetap bergantung pada layanan yang dipilih.

Cara Menghitung Cargo Berdasarkan Volume dengan Rumus yang Tepat

Ada dua jenis perhitungan yang sebaiknya tidak dicampuradukkan, yaitu berat volumetrik dan kubikasi. Keduanya menggunakan dimensi barang, tetapi menghasilkan satuan yang berbeda.

1. Rumus Berat Volumetrik dalam Kilogram

Rumus umum untuk menghitung berat volumetrik adalah:

Berat Volumetrik = (Panjang × Lebar × Tinggi) ÷ Faktor Pembagi

Keterangan:

  • Panjang: ukuran terpanjang kemasan (cm).
  • Lebar: ukuran sisi kemasan (cm).
  • Tinggi: ukuran vertikal kemasan (cm).
  • Faktor pembagi: angka yang ditentukan oleh penyedia layanan pengiriman.

Faktor pembagi tidak selalu sama. Sebagai contoh, DHL Express Indonesia dalam panduan tarif 2026 menggunakan pembagi 5.000 untuk penghitungan berat volumetrik per paket. Sementara itu, DHL Global Forwarding menggunakan rasio 1:6 atau pembagi 6.000 untuk contoh pengiriman udara.

Artinya, satu ukuran paket bisa menghasilkan berat volumetrik berbeda apabila menggunakan layanan dengan faktor pembagi berbeda.

Anda dapat memeriksa ketentuannya melalui DHL Express Service & Rate Guide 2026 dan panduan penghitungan chargeable weight DHL Global Forwarding.

2. Rumus Kubikasi Barang dalam Meter Kubik

Jika penyedia layanan menggunakan tarif per meter kubik, Anda perlu menghitung volume atau kubikasi barang.

Rumusnya:

Volume (m³) = (Panjang × Lebar × Tinggi) ÷ 1.000.000

Rumus tersebut berlaku jika seluruh ukuran menggunakan sentimeter.

Apabila ukuran barang sudah menggunakan meter, perhitungannya lebih sederhana:

Volume (m³) = Panjang × Lebar × Tinggi

Contohnya, barang berukuran 100 × 80 × 50 cm memiliki volume:

100 × 80 × 50 ÷ 1.000.000 = 0,4 m³.

Angka 0,4 m³ menunjukkan volume ruang yang ditempati barang, bukan beratnya dalam kilogram. Jangan sampai keduanya dianggap sama hanya karena sama-sama digunakan untuk menghitung biaya logistik.

Langkah Praktis Menghitung Volume Cargo Sebelum Dikirim

Supaya tidak salah memperkirakan ongkir, lakukan lima langkah berikut.

  1. Ukur kemasan terluar. Ukur panjang, lebar, dan tinggi setelah barang selesai dikemas. Jangan hanya mengukur produk sebelum dimasukkan ke kardus.
  2. Timbang paket. Gunakan timbangan untuk mendapatkan berat aktual, termasuk seluruh bahan kemasan.
  3. Periksa faktor pembagi. Tanyakan kepada ekspedisi apakah menggunakan pembagi 5.000, 6.000, atau ketentuan lainnya.
  4. Hitung berat volumetrik. Masukkan seluruh dimensi ke dalam rumus dengan satuan yang konsisten.
  5. Bandingkan kedua berat. Periksa apakah layanan menggunakan berat aktual atau volumetrik yang lebih besar sebagai dasar penagihan.

Satu hal yang sering terlewat adalah ketentuan pembulatan berat. Beberapa layanan juga memiliki berat minimum, batas dimensi, atau biaya tambahan tertentu.

Karena itu, jangan hanya bertanya berapa tarif per kilogram. Tanyakan juga bagaimana berat yang ditagihkan ditentukan.

Untuk menghindari kesalahan sejak proses pengemasan, Anda dapat membaca panduan packing cargo agar barang aman selama pengiriman.

Contoh Perhitungan Cargo Berdasarkan Volume

Teori biasanya terasa mudah sampai berhadapan dengan kardus sungguhan. Mari gunakan beberapa contoh agar perhitungannya lebih jelas.

Contoh 1: Barang Ringan dengan Kemasan Besar

Misalnya, Anda memiliki satu paket dengan spesifikasi:

  • Panjang: 60 cm
  • Lebar: 40 cm
  • Tinggi: 50 cm
  • Berat aktual: 12 kg
  • Faktor pembagi: 6.000

Perhitungannya:

Berat volumetrik = (60 × 40 × 50) ÷ 6.000

Berat volumetrik = 120.000 ÷ 6.000

Berat volumetrik = 20 kg

Sekarang bandingkan kedua hasilnya:

  • Berat aktual: 12 kg.
  • Berat volumetrik: 20 kg.

Jika ketentuan layanan menggunakan nilai yang lebih besar, berat yang ditagihkan adalah 20 kg.

Jadi, meskipun barang secara fisik hanya berbobot 12 kg, ruang yang digunakannya membuat dasar penagihan menjadi 20 kg.

Menariknya, apabila paket yang sama dikirim menggunakan layanan dengan pembagi 5.000, hasil volumetriknya menjadi 24 kg. Inilah alasan mengapa Anda harus memeriksa ketentuan masing-masing ekspedisi.

Contoh 2: Barang dengan Berat Aktual Lebih Besar

Sekarang gunakan dimensi yang sama, tetapi berat aktualnya menjadi 30 kg.

Hasil perhitungannya:

  • Berat aktual: 30 kg.
  • Berat volumetrik: 20 kg.

Jika layanan menggunakan nilai tertinggi, berat yang ditagihkan adalah 30 kg.

Artinya, tidak semua barang besar otomatis dihitung berdasarkan volume. Barang yang lebih padat dan berat tetap bisa menggunakan berat aktual sebagai dasar penagihan.

Contoh 3: Menghitung Kubikasi Beberapa Koli

Misalnya, Anda mengirim tiga kardus dengan ukuran sama, masing-masing 60 × 40 × 50 cm.

Volume satu kardus:

60 × 40 × 50 ÷ 1.000.000 = 0,12 m³.

Volume tiga kardus:

0,12 × 3 = 0,36 m³.

Jadi, total kubikasi pengiriman adalah 0,36 m³.

Jika setiap kardus memiliki ukuran berbeda, hitung volume masing-masing terlebih dahulu, kemudian jumlahkan seluruh hasilnya.

Bagaimana Memperkirakan Biaya Pengiriman dari Hasil Perhitungan?

Setelah mengetahui berat volumetrik atau kubikasi, Anda bisa mulai memperkirakan biaya pengiriman.

Namun, pastikan terlebih dahulu jenis tarif yang digunakan.

1. Tarif berdasarkan kilogram

Rumus:

Biaya pengiriman = Berat yang ditagihkan × Tarif per kg.

Contoh ilustrasi:

Berat yang ditagihkan 20 kg dengan tarif Rp8.000/kg.

20 × Rp8.000 = Rp160.000.

2. Tarif berdasarkan meter kubik

Rumus:

Biaya pengiriman = Volume yang ditagihkan × Tarif per m³.

Contoh ilustrasi:

Volume pengiriman 0,36 m³ dengan tarif Rp450.000/m³.

0,36 × Rp450.000 = Rp162.000.

Kedua angka tersebut hanya simulasi, bukan tarif aktual KiriminAja atau perusahaan ekspedisi tertentu.

Perlu diperhatikan pula bahwa pengiriman laut LCL (Less than Container Load) dapat menggunakan perbandingan berat dan volume sesuai ketentuan penyedia layanan. Sebagai contoh, panduan DHL Global Forwarding menggunakan rasio 1:1 untuk contoh perhitungan ocean freight LCL. Sementara itu, pengiriman FCL (Full Container Load) dapat menggunakan tarif per kontainer, bukan tarif volume per m³.

Biaya akhir juga dapat dipengaruhi oleh asuransi, penanganan khusus, biaya bahan bakar, serta komponen layanan lainnya.

Untuk membantu membandingkan pilihan pengiriman, Anda dapat menggunakan fitur cek ongkir KiriminAja.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung Volume Cargo

Ada beberapa kesalahan sederhana yang justru bisa membuat estimasi biaya meleset.

Pertama, mengukur barang sebelum dikemas. Padahal, kardus dan pelindung tambahan dapat memperbesar dimensi paket. Kedua, mencampurkan satuan sentimeter dengan meter dalam satu rumus. Ketiga, menggunakan faktor pembagi yang belum tentu sesuai dengan ketentuan ekspedisi.

Kesalahan lainnya adalah menganggap 1 m³ selalu setara dengan jumlah kilogram yang sama. Padahal, konversi tersebut bergantung pada rasio yang digunakan dalam layanan pengiriman.

Selain menghitung ukuran, pastikan kemasan tidak terlalu besar tanpa alasan. Gunakan kardus yang sesuai, tetapi tetap berikan perlindungan memadai. Anda bisa mempelajari tips memilih kemasan dan melakukan packing yang benar agar keamanan barang tetap terjaga tanpa membuang ruang secara berlebihan.

Pertanyaan Umum tentang Penghitungan Cargo

Apa perbedaan berat aktual, berat volumetrik, dan kubikasi?

Berat aktual adalah hasil timbangan paket, berat volumetrik merupakan konversi ukuran paket menjadi kilogram, sedangkan kubikasi menunjukkan volume barang dalam meter kubik.

Mengapa barang ringan bisa dihitung lebih berat oleh ekspedisi?

Karena barang berukuran besar membutuhkan ruang lebih banyak dalam kendaraan. Ekspedisi dapat menggunakan berat volumetrik sebagai dasar penagihan apabila nilainya lebih besar daripada berat aktual.

Apakah semua perusahaan kargo menggunakan pembagi 6.000?

Tidak. Faktor pembagi berbeda berdasarkan perusahaan, jenis layanan, dan moda transportasi. Periksa ketentuan sebelum melakukan pengiriman.

Bagaimana menghitung volume beberapa koli dengan ukuran berbeda?

Hitung panjang × lebar × tinggi setiap koli, kemudian bagi hasilnya dengan 1.000.000 jika menggunakan sentimeter. Jumlahkan seluruh volume untuk memperoleh total kubikasi.

Apakah 1 m³ selalu setara dengan berat kilogram yang sama?

Tidak. Meter kubik adalah satuan volume, bukan berat. Sebagai ilustrasi, rasio udara 1:6 setara sekitar 166,67 kg per m³, sedangkan rasio laut LCL 1:1 pada panduan DHL setara 1.000 kg per m³. Keduanya merupakan ketentuan perhitungan layanan tertentu, bukan konversi universal.

Jangan Biarkan Ukuran Kardus Menggerus Keuntungan Bisnis

Menghitung ongkir seharusnya menjadi bagian dari perencanaan bisnis, bukan pekerjaan tambahan yang baru dilakukan ketika paket sudah berada di depan petugas ekspedisi.

Dengan memahami cara menghitung cargo berdasarkan volume, Anda bisa memperkirakan kebutuhan pengiriman secara lebih akurat. Mulailah dari mengukur kemasan terluar, menimbang barang setelah dikemas, memeriksa faktor pembagi, lalu membandingkan berat aktual dengan berat volumetrik.

Jika pengiriman menggunakan tarif kubikasi, pastikan Anda juga mengetahui total volume dalam meter kubik dan ketentuan penagihannya.

Jangan lupa, kemasan yang efisien bukan berarti mengurangi perlindungan barang. Tujuannya adalah menggunakan ruang secara bijak agar biaya logistik tetap terkendali.

Jika Anda ingin proses pengiriman lebih sederhana, transparan, dan membantu mengontrol biaya logistik, registrasi akun KiriminAja sekarang dan mulai kelola pengiriman bisnis Anda dengan lebih efisien.

BAGIKAN ARTIKEL INI:

|

Artikel Terkait

sameday-ecommerce

Jangan Sampai Ongkir Jadi Gol Bunuh Diri: Sameday untuk Bisnis Ecommerce

Pamungkas•02 Nov 2026•Ecommerce
jasa-ekspedisi

Jasa Ekspedisi Terbaik untuk Kebutuhan Bisnis Online: Paket Bikin Deg-degan seperti Nonton Bola

Pamungkas•02 Nov 2026•Ecommerce
platform-pengiriman-seller

Platform Pengiriman Adalah Wingman Seller: Biar Paket Jalan, Margin Tak Bocor Diam-Diam

Pamungkas•01 Nov 2026•Ecommerce

Satu Solusi untuk Semua #PastiAman

Pengiriman paket jadi mudah!

Jadikan pengalaman pengiriman paket lebih sat-set dengan dukungan banyak ekspedisi serta layanan yang handal KiriminAja.

Tersedia juga di: